Home | About Us | Vision and Mission | Sponsor | Donator | Staff | Contact Us | Archive

Kunjungan utusan gereja IPC Melbourne  ke Sedau


Kunjungan ke rumah anak asuh

Pada tanggal 2 April 2010 siang,  Ms Lidya dan Ibunya tiba  di kota Singakawang dari Jakarta. Kunjungan tamu kehormatan dari IPC Melbourne, Australia ini  ke Sedau untuk meninjau  perkembangan  Lepbesis, dan melihat kehidupan anak asuh mereka lebih dekat.

Ms Lydia dijemput oleh team dari Lepbesis yang terdiri atas Bapak Ganda, Bapak Lie Khin Dju dan Bapak Suparlin.

 

Sehabis makan siang di Singkawang, rombongan ini berangkat menuju kampung Kopisan (Tanjung Batu Dalam). Sebagian besar dari masyarakat di kampung ini adalah petani sayur-mayur  sebagai mata-pencaharian mereka.  Sebagai petani di kampung ini, kehidupan mereka sangat memprihatinkan, hidup di bawah garis kemiskinan.

Rumah pertama yang kami kunjungi adalah rumah beratap daun palem yang berlubang -lubang, berdinding dengan papan sudah lapuk. Dengan kondisi rumah seperti itu anak asuh kita tinggal. Ketika Ms Lydia ketemu dengan anak asuh tersebut dan memberi beberapa buah apel kepada mereka. Mereka senang sekali menerima buah apel . Buah apel adalah barang mewah bagi mereka, seumur hidup mereka belum pernah menikmati buah seenak itu.

 

Miss Lidya memberi buah apel kepada anak asuh

Kemudian kami melanjutkan kunjungan kami ke rumah kedua, jarak antara rumah pertama dengan kedua hanya beberapa puluh meter saja.Kondisi rumah kedua ini tidak lebih baik dibandingkan dengan rumah pertama yang telah kami kunjungi. Bahkan kondisinya jauh lebih buruk, rumahnya lebih kecil, dinding rumahnya berlubang-lubang dan tembus pandang. Keluarga ini sedang panen sayur ketika kami tiba disana. Di dalam rumahnya penuh dengan sayur hijau.Pak Ganda sempat berfoto dengan anak-anak keluarga ini di depan tumpukkan sayuran.

Dari rumah kedua, kami melanjutkan kunjungan kami ke rumah anak asuh kita yang lain. Kurang lebih kondisi fisik rumah mereka hampir sama, papan dinding rumahnya sudah keropos dimakan rayap,  beratap daun palem yang berlubang-lubang. Mandi memakai air dari parit yang dibendung, air yang kurang bersih. Pada saat  akhir kunjungan rumah anak asuh, hujan lebat sedang turun. Kami  ingin  meminjam payung dari keluarga yang  kami kunjungi agar kami bisa mengunjungi keluarga lain tetapi mereka tidak memiliki payung. Mereka memakai daun pisang  sebagai pengganti payung.


Pak Ganda dan anak asuh

Dari kampung Kopisan kami melanjutkan kunjungan kami ke tempat tinggal  anak asuh di kampung Teluk Karang. Perkampungan Teluk karang merupakan perkampungan nelayan, letaknya di daerah pantai. Mata pencaharian penduduk di Teluk Karang adalah nelayan, peternak unggas. Di kampung ini kami sempat mengunjungi dua rumah anak asuh kita. Rumah  pertama yang kami kunjungi di kampung Teluk Karang, di depan halaman rumahnya tergenang  air, sampah berserakan dimana-mana. Itik dan  anjing berkeliaran di sekitar  rumahnya. Anak asuh kita yang menghuni rumah ini  pernah menderita deman berdarah(DBD) beberapa bulan yang lalu. 

Rumah ke dua yang kami kunjungi adalah keluarga pemecah batu. Mata pencaharian keluarga ini yaitu memecahkan batu-batu besar menjadi batu kerikil untuk dijual kepada kontraktor pembuat jalan dan bangunan. Cara pemecahan batu  tidak  memakai peralatan mesin tetapi memakai martil biasa. Dapat kita bayangkan betapa sulit melakukan pekerjaan seperti itu. Pekarangan rumah mereka kotor dan becek.

Sesudah kami selesai mengunjungi dua rumah di  kampung Teluk Karang, kami  menuju kampung Lirang(Gunung Besi) untuk melihat kehidupan anak asuh kita lebih dekat.Kampung ini mudah dijangkau melalui kendaraan, letaknya tidak jauh dari jalan utama Singkawang-Pontianak. Perkampungan ini banyak tumbuh perpohonan, lingkungan masih hijau. Mata pencaharian masyarakat di kampung ini sebagai petani dan penyadap karet.

Dalam perjalanan mengeliling kampung ini kami ketemu seorang kakek yang tinggal di gubuk kecil yang sudah miring. Menurut cerita dari kakek tersebut dia sebagai buruh kebun kelapa, pendapatannya hanya cukup memenuhi kebutuhan primer dalam hidupnya. Tidak ada dana untuk memperbaiki gubuknya.


Rumah anak asuh di kampung Teluk Karang

Mengunjungi tempat tinggal anak-anak asuh kita. Telah memberikan sebuah kesan mendalam kepada kita semua , kita harus melakukan dan berbuat   lebih banyak lagi untuk mereka. Memberi lebih banyak kesempatan kepada mereka sehingga mereka memiliki harapan mengubah kehidupan mereka menuju hari esok yang lebih baik.Tanpa dukungan dari Anda, sedikit yang dapat dilakukan oleh Lepbesis untuk misi kemanusiaan ini. Apabila Anda merasa terpanggil ingin sharing sebagian dari rejeki Anda dengan  anak-anak dari keluarga yang tidak beruntung  itu dikelurahan Sedau, jangan segan menghubungi kami. Bantuan dan sponsor dari Anda sangat kami hargai.


 

Email Singkawang Jakarta Sydney
sedau@sedau.org

+62 562 639 328

+6281 316 728 766 +614 220 3683